Rahasia Kemegahan Universitas Al-Azhar Mesir

posted in: Wakafpedia | 0

Wakaf pendidikan merupakan salah satu jenis wakaf yang sudah berjalan sejak lama. Tenaga pengelola dan pemeliharaan aset wakaf untuk pendidikan senantiasa bekerja dengan setulus hati, dan disitulah letak kunci dari pendidikan yang kemudian mampu mencetak lulusan terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal ini lah yang membuat masyarakat sejak jaman dahulu telah merelakan aset dan hartanya untuk digunakan dalam bidang pendidikan guna ikut serta melahirkan penerus bangsa. Alumni lembaga hasil wakaf juga mendakwahkan pada msyarakat untuk turut serta mengikhlaskan aset serta keahlian yang dimiliki, inilah mengapa lembaga pendidikan dengan wakaf banyak dirujuk oleh masyarakat luas.

Salah satu lembaga pendidikan dengan wakaf yang hingga saat ini terus menunjukkan kemegahannya adalah Universitas Al-Azhar. Universitas ini pada awal pembangunannya merupakan sebuah Masjid yang dibangun pada masa Khalifah Al Aziz dengan dana wakaf atas intruksi para Penguasa Mesir pada 970 M. Khalifah Al-Aziz Azhar yang wafat pada 996 salah satu contoh wakif pada saat itu, beliau mewakafkan hartanya untuk membiayai penginapan 35 orang pelajar Al-Azhar yang berasal dari keluarga dengan perekonomian lemah.

Khalifah Al-Hakim Biamrillah merupakan penggagas utama mengenai mewakafkan harta demi keberlangsungan dari proses pendidikan pada Al-Azhar, hal inilah yang kemudian dilanjutkan oleh Pemimpin-Pemimpin selanjutnya.

Dengan harta wakaf itulah, lembaga itu dapat terus berkembang. Pada 1986, misalnya, tercatat dana tunai sebesar 147,32 juta pound Mesir (setara Rp 110,6 miliar kini) diperuntukkan bagi pembiayaan 55 fakultas, termasuk 6.154 orang staf akademiknya. Badan wakaf al-Azhar sampai kini masih aktif menyokong dan mengelola harta wakaf yang diperuntukkan bagi beasiswa, asra ma mahasiswa, dan kegiatan-kegiatan lainnya sesuai visi pendidikan kampus tersebut.

Pengelolaan Masjid al-Azhar sekarang berada di bawah Kementerian Wakaf Mesir. Banyak tokoh penting dalam dunia Islam yang memiliki almamater Universitas al-Azhar. Misalnya, Muhammad Abduh, Jamaluddin al-Afghani, Hassan al-Banna, dan Syekh Ahmad Yassin. Ulama Indonesia juga banyak yang menuntut ilmu di sana, seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Musthofa Bisri, Prof Quraish Shihab, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, dan banyak lagi.

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *