Wakaf Zaman Now Bukan Karena Mampu Tapi Karena Mau

posted in: Artikel Wakaf, Kabar | 0

Wakaf pasti sudah tidak asing lagi bukan ditelinga masyarakat muslim. Lalu, apa sih wakaf itu? Dalam UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum sesuai syariah. Jadi, wakaf itu menahan dzat suatu harta benda yang di salurkan manfaatnya untuk kepentingan atau kesejahteraan umum sesuai syariah. Nah, harta benda yang bisa gunakan untuk wakaf dapat berupa Tanah, bangunan, dan harta yang tidak bergerak lainnya.

Apakah wakaf yang digunakan hanya harta benda tidak bergerak ? Sahabat muslim wakaf tidak hanya menggunakan harta benda tidak bergerak melainkan harta benda bergerak bisa di wakafkan seperti wakaf uang. Sesuai dengan fatwa MUI 11 Mei 2002 tentang Wakaf Uang Wakaf Uang (Cash Wakaf/Wagf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga. Wakafuang hukumnya jawaz (boleh) , Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i. Nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan.

Untuk pengembangan wakaf tersebut, baik wakaf tanah ataupun wakaf tunai dikelola secara produktif. Menginngat wakaf merupakan salah satu instrumen keuangan yang memiliki potensi besar memberikan manfaat pembangunan berkelanjutan. Terutama dalam pengimplementasian wakaf uang ini membuka peluang yang unik untuk menciptakan investasi guna memberikan pelayanan keagamaan, layanan pendidikan, dan layanan sosial.

Tahukah anda? Inovasi pengembangan wakaf di dunia Islam telah diterapkan di berbagai negara seperti di Kuwait, Qatar, Emirat, Jordan, Arab Saudi, Mesir, Turki, Bangladesh, Malaysia, Singapura, bahkan Eropa dan Amerika. Beberapa bangunan sEperti hotel, rumah sakit di negara-negara tersebut dibangun dari hasil wakaf dan hasil pengelolaan wakaf tersebut disalurkan untuk kemaslahan umat. Sedangkan di Indonesia sendiri Badan Wakaf indonesia bekerjasama dengan dompet dhuafa mendirikan rumah sakit tepatnya di Serang, Banten. Potensi wakaf di Indonesia sangat besar, mengingat mayoritas jumlah penduduknya muslim dan luas wilayahnya.

Potensi pengelolaan wakaf untuk infrastruktur juga sangat besar. Dalam pembangunan rumah sakit diatas tanah wakaf pasti sangat membutuhkan dana yang cukup besar pastiya. Dengan dikembangkannya wakaf produktif yakni dengan wakaf tunai atau uang di Indonesia, pasti akan lebih mendorong perkembangan wakaf di Indonesia. Pandangan masyarakat kebanyakan dalam berwakaf harus orang yang kaya serta memiliki tanah luas dan sebaginya. Beberapa lembaga keuangan syariah banyak yang telah mengimplementasikan wakaf produktif ini dengan berbagai Inovasi. Dengan adanya perkembangan inovasi pengelolaan wakaf akan membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Terutama meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berwakaf. Untuk itu “Wakaf Zaman Now Bukan Karena Mampu Tapi Karena Mau”.

Oleh: Waisa Nur Anisia (Sahabat Wakaf UINSA)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *