Mengasuransikan Pahala

posted in: Artikel Wakaf, Kabar | 0

Di dalam Islam sendiri, wakaf menjadi bagian amal jariyah. Amal ini merupakan satu dari dua amal lainnya yang tidak akan terputus, meskipun sang pengamal telah meninggal. Dua lainnya adalah doa anak saleh dan ilmu yang bermanfaat. Jadi, selama wakafnya bermanfaat, walaupun kita sudah meninggal sampai kiamat pahalanya terus mengalir, sebagai penyelamat.

Meski dijanjikan sangat besar manfaat dan pahalanya tapi masih kecil peminatnya, hal ini karena pemahaman yang kurang tepat tentang wakaf. Bahwa wakaf itu harus tanah dan bangunan, karena itu wakaf dikesankan mahal, dan hanya orang-orang kaya yang berhak memikirkan wakaf.

Kini tersedia cara yang sederhana dan murah. Kesempatan untuk mendapatkan amal (pahala) yang tidak terputus sekaligus mengamankan masa depan, tersedia lewat asuransi jiwa yang bersifat syariah. Penawaran ini seakan memberikan keuntungan ganda yang diyakini bisa menarik masyarakat untuk memiliki wakaf asuransi.

Imam Ruliawan dari Dompet Dhuafa menegaskan, dalam kerja sama Asuransi Syariah, pemegang polis yang menentukan sedari awal peruntukan dari wakaf yang hendak disisihkan melalui nilai asuransinya. “Terserah yang berwakaf mau mewakafkannya ke siapa. Itulah makanya pahalanya akan terus mengalir. Bisa organisasi bisa individu dalam berwakaf,” tuturnya.

Paling tidak ada dua konteks di dalam berwakaf. Pertama adalah niat dari individu maupun organisasi yang hendak berwakaf. Lalu konteks kedua adalah media yang digunakan.

Ia pun melihat, asuransi syariah yang telah bekerja sama dengan lembaganya tak lebih dari sekadar kanal bagi orang-orang yang hendak berwakaf. “Nah, insurance itu adalah media, sarana, atau channeling untuk orang berwakaf. Jadi, kita menambah kanal sebanyak mungkin, agar semua orang mudah berwakaf.

Dengan melakukan wakaf asuransi, pihak yang memiliki polis tersebut telah mengasuransikan pula jaminan pahalanya jika nanti dirinya meninggal. Manfaat dari nilai asuransi yang ia miliki tersebut dapat langsung dirasakan oleh ahli waris sekaligus orang-orang yang diberikan wakaf melalui pengelolaan badan wakaf yang ditunjuk.

Jadi, insurance wakaf ini secara bisnis bisa meng-cover bagi yang meninggal (after-life protection) dan bagi yang ditinggalkan (life protection). Ketika semuanya telah tiada, semua yang terlibat insurance tadi, tetap dapat pahala karena ada yang diwakafkan dan ada yang diwariskan. Satu sedekah, beribu berkah.

Sayangnya, untuk terobosan wakaf uang lewat asuransi syariah yang murah saja,  pemahaman masyarakat kita masih sangat lemah. Masih banyak yang perlu kita edukasi dan kita  sosialisasikan gerakan wakaf ini lebih masif lagi.

Kami yang tergabung dalam Yayasan Gerakan Wakaf Indonesia, mencoba melakukan kampanye masif untuk membangun kesadaran umat bahwa wakaf itu indah, wakaf itu murah, wakaf itu mudah, yang bisa dilakukan siapa saja tanpa harus menunggu kaya. Dan wakaf itu balasan pahalanya berlipat ganda sampai tak terhingga.

Oleh: Ir. Misbahul Huda (Ketua Gerakan Wakaf Indonesia)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *