Mudahnya Berwakaf Zaman Now

posted in: Artikel Wakaf, Kabar | 0

Wakaf mempunyai manfaat yang luar biasa karena bukan sekedar sedekah biasa. Sebab harta wakaf sifatnya abadi, tidak boleh dijual atau diwarisi dan dihibahkan agar wakaf dapat dimanfaatkan terus menerus untuk kepentingan masyarakat. Namun sayang, fungsi wakaf ini belum optimal didapatkan di Indonesia. Paradigma wakaf selama ini masih berada seputar di rumah ibadah ataupun kuburan. Apabila dilihat dari segi keagamaan, semangat ini tentunya positif karena wakaf dimanfaatkan sebagai rumah ibadah yang dapat meningkatkan keimanan masyarakat. Namun jika dilihat dari sisi ekonomi, potensi tersebut masih jauh dengan apa yang diharapkan.

Wakaf merupakan peluang bagi umat islam di Indonesia untuk mengelola dan mengembangkan potensi dana umat yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa. Bahkan jika wakaf di Indonesia dapat dikelola dengan baik, wakaf tunai bisa menjadi jalan alternatif untuk melepas ketergantungan bangsa ini dari lembaga keuangan asing, sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan negara yang penduduknya mayoritas musim, eksistensi wakaf ini memiliki prospek yang cerah dan mudah diterima sehingga wakaf diperkirakan akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan bangsa.

Wakaf dapat dikelola secara produktif dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bersama dengan zakat, wakaf bisa menjadi instrumen dalam memberantas kemiskinan. Pengelolaan wakaf secara produktif tidak terlepas dari sarana yang digunakan dalam menunaikan wakaf. Saat ini sudah banyak sekali lembaga-lembaga yang memberikan layanan untuk mempermudah berwakaf. Adanya Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf yang diorientasikan untuk memberdayakan wakaf dimana wakaf merupakan salah satu instrumen dalam membangun kehidupan sosial ekonomi umat Islam. Dengan adanya Undang-undang wakaf ini dapat menjadi momentum dalam pemberdayaan wakaf secara produktif, sebab dalam Undang-undang tersebut terkandung pemahaman potensi wakaf secara modern. Jadi tidak ada alasan lagi bahwa berwakaf itu susah dan mahal. Karena wakaf bukan karena mampu, tapi karena mau.

Selain wakaf produktif, pengembanagan wakaf dalam bentuk tunai sebenarnya juga sudah lama dipraktekan dalam sejarah Islam. Saat ini di Indonesia, persoalan boleh tidaknya berwakaf tunai, sudah tidak ada masalah lagi. Hal itu diawali sejak dikeluarkannya fatwa MUI tentang wakaf tunai. Seperti yang dikutip dari komisi fatwa MUI (2002) dalam melegitimasi wakaf tunai, bahwa diperbolehkan namun hanya boleh disalurkan serta digunakan untuk hal-hal yang yang secara syar’i. Kemudian nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan.

Saat ini paradigma dalam berwakaf sudah mulai bergeser, tidak lagi hanya berupa tanah atau properti namun dapat melalui wakaf uang yang lebih mudah, terjangkau dan fleksibel, sehingga bisa dilaksanakan kapanpun. Masyarakat sudah tidak perlu lagi khawatir karena saat ini setiap orang bisa berwakaf. Peluang masyarakat untuk mendapatkan berbagai manfaat berwakaf jadi semakin mudah. Mereka dengan mudah mendapatkan pahala yang mengalir abadi. Oleh karena itu diperlukan sosialisasi dan pembudayaan yang terus menerus oleh para pihak akademisi, ulama, praktisi ekonomi syariah, dan pemerintah melalui workshop, seminar, atau event lainnya untuk menyuarakan gerakan berwakaf.

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *